Hikayat Nakhoda Asik
bibliography
text notes
list of words
list of rhyme words
illustrations

Text notes


MCP text
 

NAsik 67 [...] Kertas berlubang.
NAsik 93 Adapun .. daging babi Kutipan bahasa Arab dipetik dari Qur´an 5:3, yaitu “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi”.
NAsik 97 Adapun akan engkau .. lembu itu Secara harfiah kutipan bahasa Arab berarti:  “Bagaimanapun kamu memberi nasihat, nasihatmu itu tiada berguna untuk hati mereka;  pemikiran itu dikemukakan, kamu mengemukakannya jika kamu adalah manusia, aku melarangmu sepanjang masa, kecuali jika kamu adalah keledai, ia memaksudkanmu menyerupai manusia yang memang manusia, tetapi kamu melakukan sendiri”.
NAsik 7 ahli al-talib Tidak jelas.  Kata ‘talib’  tidak tertulis t.a.l.b seperti kata yang dikenal dalam bahasa Melayu dengan arti “murid, penuntut makrifat”, melainkan t.l.y.b yang dalam bahasa Arab pun kiranya tidak ada.
NAsik 95 Akan birahi .. hari kiamat Kutipan bahasa Arab tidak sepenuhnya jelas, kira-kira berarti:  “Cinta itu tanpa telinga ketika mendengar dan berbicara, dan cinta yang dalam dari kekasih ...  dan ketakutan mendalam yang tidak dilihat sepanjang masa”.
NAsik 73 akhirnya pula masuk Nskh:  pula masuk pula.
NAsik 70 Asik Maksudnya Masyuk, atau barang=kali sengaja salah.
NAsik 13 atas sahabatnya .. minum Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Atas sahabatnya itu, tidak berkata-kata, tidak melihat, dan tidak makan”.
NAsik 94 atau Nskh:  atas.
NAsik 66 ba]rang Kertas berlubang;  pengisian huruf-huruf yang hilang terkonfirmasi oleh edisi 1995.
NAsik 13 badeanku = “teka-teki”  (AC).
NAsik 24 baduk .. kesal-kesal Nskh:  b.a.d.u.q, t.n.j.y.’, k.s.a.l.2;  ketiga kata ini tidak diketahui.
NAsik 65 bahasa Nskh.:  bangsa.
NAsik 60 Bahwasanya .. cium itu Kutipan bahasa Arab agak kacau, kira-kira berarti:  “Seolah ia yang dikasihi dengan menciumnya, mulut kekasih, dan hal itu telah mengakibatkan terlihatnya gelang kaki.  Seolah itu adalah warna pipiku ketika disentuh tuan, yang mewajibkan mandi”.
NAsik 155 Ban[d]uburi Nskh:  Banuburi.
NAsik 39 Bara Nskh.:  Barat.
NAsik 29 berjumpa Nskh:  b.r.c.m.p.a
NAsik 47 berjusta ‘Justa’  varian dari ‘dusta’.
NAsik 5 berkabul Kata ‘berkabul’  dipakai di sini dalam arti “bernazar, berkaul”  yang tidak terekam dalam kamus apa pun.  Barang=kali ini kekeliruan untuk ‘berkaul’.
NAsik 129 berkata Nskh:  berkata kena berkata
NAsik 66 berlekat Nskh:  b.r.l.k.t;  tidak jelas maksudnya.
NAsik 74 Berlekat] Kertas berlubang;  kalimat ini tidak ada dalam edisi 1995.
NAsik 54 bertambah Nskh:  b.r.t.m.y.a.
NAsik 136 bertikam-tikaman Nskh:  tertikam2an.
NAsik 2 biaperi “Biaperi, Hindi, saudagar, terutama dari India”  (Wlk).
NAsik 148 bida`ah Nskh:  b.y.d.a.`.h;  kata ini tertulis hampir sama dengan kata Arab bid`a, tetapi jelas beda artinya;  maksudnya ≈ “nujum”.
NAsik 96 [bira]hi Kertas berlubang;  kata ini tidak ada dalam edisi 1995, tapi mudah ditebak.
NAsik 9 Bukan miskin .. sekali-kali Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Miskin itu bukan karena tidak punya harta dan keluarga, melainkan miskin itu karena tidak punya pengetahuan dan keluarga”.
NAsik 9 Bukan piatu .. nabi Kutipan Arab sebenarnya berarti:  “Yatim itu bukan karena wafatnya ibu dan bapak, melainkan yatim itu karena tidak adanya ilmu dan budi pekerti.”
NAsik 8 Bukan sempurna .. rabbi Kutipan Arab itu sebenarnya berarti:  “Keindahan itu bukan karena harta dan keturunan, melainkan keindahan itu karena ilmu dan budi pekerti.”
NAsik 42 bulan Tanggal yang ditentukan untuk hari perkawinan ini sebenarnya tidak lain dari tanggal halaman ini disalin;  lih.  lebih jauh “tanggal 15 Rajab (hamsa `asara sahr al-Rajab)”  (NAsik 43) dibandingkan dengan “19 Rajab sanat 1307”  (NAsik 111).
NAsik 54 dalam Nskh:  dalam negeri.   Kata ‘negeri’  dicoret.
NAsik 4 dan Nskh:  dan dan.
NAsik 124 Dan jikalau .. kekasihnya itu? Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Mereka berkata:  engkau melupakannya wahai ini.  Lalu aku berkata pada mereka:  Allah membuat aku lupa pada suatu hari.  Aku melupakannya, dan bagaimana aku lupa dari dunia yang menyebabkan aku baik, atau bagaimana seorang hamba melupakan tuannya.  Aku memohon ampun kepada Allah.  Ingatlah kecintaanya, karena kecintaan itu adalah sebuah kehidupan yang diabaikan”.
NAsik 85 Dan yang membukakan .. Tuhan kita Kutipan Arab sebenarnya berarti:  “dengan kebahagiaan dari dunia, pertemuanmu dan kedekatanmu adalah sebuah keniscayaan.  Demi Allah, tidak ada makhluk lain yang aku cintai selain kalian, salam ...  dan hal ini bukanlah merupakan akhir masa bagimu.”
NAsik 65 [dan] Kertas berlubang.
NAsik 95 [dari] Kertas berlubang.
NAsik 74 [demikian] Kertas berlubang;  pengisian sesuai dengan edisi 1995 (namun lowongan yang ada semestinya berisi dua kata).
NAsik 76 [di]perjamunya Nskh:  perjamunya.
NAsik 28 Diarul Nskh:  Diarul Diarul.
NAsik 83 dibalaskan Nskh:  dibalaskan Allah —  ‘Allah’  yang kemudian dicoret.
NAsik 43 dipimpin Tertulis:  dipim-pim.
NAsik 85 Hai kekasihku .. air mata Kutipan Arab sebenarnya berarti:  “kekasihku, janganlah engkau..., keadaannya tergantung situasi yang terjadi;  andaikan ada yang bisa berenang dalam air mata, niscaya aku akan menjadi orang pertama yang melakukannya”.
NAsik 94 Hai kekasihku .. menduakan Tuanku Kutipan bahasa Arab tidak sepenuhnya jelas, kira-kira berarti:  “Wahai yang jauh dariku, dekat tempatnya, mataku jauh tapi kamu dekat, dan kamu membuatku sakit setelahnya...  hidup yang tidak aku lihat menjadi menyendiri sambil menangis meratapimu seolah aku adalah orang asing”.
NAsik 89 Hai Tuanku .. berkata amin Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “wahai tuanku, hari demi hari pemudamu ...;  hidupku tidak indah, dan hatiku menjadi panas setelah aku berpisah dengannya ...ia menuliskan kebaikan pada wajahnya:  “sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”, aku meminta orang yang telah menceraikan kita agar ia mempertemukan, kemudian mereka berkata:  amin”.  Bagian yang terulang, yaitu “innā  fatahnā  laka .f.a.t.h.a.n .m.u.b.ī.n.a.n”  (“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”) dipetik dari Qur´an 48:1.
NAsik 126 harabatal Nskh:  h.r.b.t.l —  tidak diketahui maksudnya.  (Mungkin dimaksudkan kata Arab h.a.r.b, “perang, pertempuran”, namun ejaannya jauh berbeda.)
NAsik 65 [hari] Kertas berlubang.
NAsik tp Hati .. siksanya Terjemahan terletak antarbaris.  Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Hati orang yang mencintai itu [selalu ingat] kepada yang dicintainya, dan setelah jatuh cinta, badannya akan terkungkung, dan seseorang bertanya kepadaku:  bagaimana rasanya cinta, maka aku katakan kepadanya:  cinta itu menyenangkan, tetapi di dalamnya terdapat siksaan.”
NAsik 88 Hati kita .. siksaannya Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Hati orang yang mencintai itu [selalu ingat] kepada yang dicintainya, dan setelah jatuh cinta, badannya akan terkungkung, dan seseorang bertanya kepadaku:  bagaimana rasanya cinta, maka aku katakan kepadanya:  cinta itu menyenangkan, tetapi di dalamnya terdapat siksaan”.  Kutipan ini sudah dikutip pada awal naskah dengan terjemahan yang sedikit berbeda.
NAsik 59 hiaslah Nskh:  h.y.a.s.l.h.  Rupanya salah tetapi sulit diperbaiki.
NAsik 60 hiram Nskh:  h.y.r.m.
NAsik 71 hubaya-hubaya Nskh:  h.b.a.n.y.2.
NAsik 53 hūru al-`ayn Yaitu “bidadari”.
NAsik 59 ia Nskh:  ini.
NAsik 73 i]ni Kertas berlubang;  pengisian kata yang hilang terkonfirmasi oleh edisi 1995.
NAsik 61 inilah Nskh:  inikah.
NAsik 33 istana Nskh:  menuju negeri —  ‘negeri’  tercoret
NAsik 14 itu Nskh:  itu itu. 
NAsik 69 itu Kertas berlubang;  pengisian kata yang hilang terkonfirmasi oleh edisi 1995.
NAsik 44 jauh Nskh:  jam.
NAsik 58 Jika engkau .. luka ia Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Jika engkau mengingkari faidah dan manfaat suara, maka perhatikanlah hewan-hewan itu, karena engkau...  darimu...  kepada suara yang pasti, niscaya hatimu benar-benar terputus”.
NAsik 80 Jikalau kasihani .. al-samā´i Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya makhluk yang ada di langit menyayangimu”.
NAsik 65 jo]dohnya Kertas berlubang.
NAsik 73 ju]a Kertas berlubang;  pengisian kata yang hilang terkonfirmasi oleh edisi 1995.
NAsik 105 kalamnya Kata ini ditulis k.l.a.m.ny, yaitu bukan kata ‘kalam’  yang biasa dengan arti ‘pena’  (yang ditulis q.l.m), melainkan kata ‘kalam’  (dari akar Arab k.a.l.a.m.a, seperti juga kata ‘kalimat’) dengan arti ‘ucapan, ujaran’.
NAsik 126 kamkam Nskh:  k.m.k.m —  bahasa Sunda, k.a.m.k.a.m, “pedang berujung bengkok”  (lih Kamus R.A.  Danadibrata).
NAsik 70 kampung] Kertas berlubang.
NAsik 1 Kata .. termasa Keenam kata ini tertulis di atas secarik kertas yang dilem atas halaman naskah.
NAsik 74 kataku engkau Nskh:  engkau kataku.
NAsik 85 kataku engkau Nskh:  engkau kataku.
NAsik 113 kekasihmu Nskh:  kekasihku.
NAsik 50 kekuasaan Nskh:  k.q.w.a.s.a.’.n yaitu dengan huruf ‘q’  yang semestinya ‘k’, barang=kali karena terpengaruh kata ‘kuat’  q.w.t.
NAsik 151 kelanya Nskh:  k.l.a.ny, tidak jelas maksudnya.
NAsik 89 Kepada hari .. tiada berketahuan Kutipan Arab sulit dimengerti, kira-kira berarti:  “panjang malamku ibarat sepanjang dunia, dan barangsiapa yang memuliakanku atas malam, niscaya ia peduli.  Dan fajar pun tidak terbit, dan bintang pun tidak tampak padamu...lalu disebutkan...”
NAsik 128 kerapat-keripit Nskh:  k.r.a.f.a.t k.r.i.f.t.
NAsik 13 Ketahui .. ilmu Terjemahan ini tepat karena kutipan bahasa Arab berarti:  “Apakah orang-orang yang berilmu itu sama dengan mereka yang tidak berilmu?”
NAsik 43 khamsa .. al-Rajab Yaitu “lima belas bulan Rajab”.
NAsik 68 kiamat” Kutipan Arab sebenarnya kira-kira berarti:  “Cinta itu tanpa telinga ketika mendengar dan berbicara, dan cinta yang dalam dari kekasih ...dan ketakutan mendalam yang tidak dilihat sepanjang masa.”
NAsik 122 lagamnya Nskh:  l.g.m.ny.  “lagam:  lagu, langgam”  (KBBI). 
NAsik 59 lagi Nskh:  lagi2.
NAsik 8 Laisa .. 'l-adabi Dalam margin tertulis dengan pensil terjemahan berikut:  “Tiada ada keelokan atawa kebagusan daripada kebagusan dengan sebab harta dan (? hitungan) dan tetapi kebagusan daripada segala kebagusan itu dengan ilmu dan...” 
NAsik 9 Laisa .. 'l-ahli Dalam margin tertulis dengan pensil terjemahan berikut:  “Tiada piatu itu akan piatu dengan mati mak atawa [...] dan tetapi yang piatu dengan ketiadaan ilmu dan [...]”. 
NAsik 117 larawan Nskh:  l.a.r.a.w.a.n, tidak diketahui maksudnya.
NAsik 152 lem(b)ah Nskh:  lembah.
NAsik 10 lolo Nskh:  l.w.l.w.´.  Kata ‘lo´lo´’  (Wlk), ‘lulu’  (Kl) atau ‘loklok’  (KBBI, SS) berarti “mutiara”  (dari bahasa Arab l.w.´.l.w.´).
NAsik 58 lukanya Nskh:  lakunya.
NAsik 30 maka Nskh:  maka segala.
NAsik 134 Maka Nskh:  Maka setelah
NAsik 96 Maka kata .. akan Tuanku Sejauh dapat dimengerti, kutipan Arab berarti:  “mereka mencerca kekasih...dari air matanya, dan orang gila (tergila-gila) itu harus...  jika dia bukan..., sesungguhnya aku akan mencucurkan air mata, kemudian mencucurkan darah.”
NAsik 57 Maka tiba-tiba .. manusia Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “maka, tiba-tiba aku...yang benar-benar berhiaskan al-Rahman, beda dengan manusia”.
NAsik 30 manislah Nskh:  manusialah.
NAsik 68 [masuk] Kertas berlubang;  pengisian kata yang hilang terkonfirmasi oleh edisi 1995.
NAsik 130 Masyuk Yaitu Raja Suka Birawan di negeri Diarul Masyuk.
NAsik 4 mejelis “Mejelis:  cantik, elok”;  kata ini, dengan varian ‘majelis, menjelis’  tidak jelas asalnya bukan dari bahasa Arab seperti dikatakan Kl.
NAsik 98 menjaja[h]kan Nskh:  m.n.j.a.j.a.k.n;  rasanya maksudnya ‘menjajahkan’, dalam arti ‘menjajahi’, “bepergian keluar masuk suatu daerah (negeri dsb) dari kota ke kota, dari desa ke desa”  (KBBI).  Kata ‘jajah’  dalam arti yang sama terdapat dalam bahasa Sunda, mis.  dalam ungkapan ‘ngajajah desa’, “menjelajahi desa”.
NAsik tp menjamaikan Nskh:  m.n.j.a.m.y.k.n;  tidak diketahui maksudnya.
NAsik 43 menjun[g]jung Tertulis:  menjung-jung.
NAsik 21 menyerubukan Dalam kedua naskah NAsik dan Mpt, ungkapan ‘menyerbukan diri’  selalu ditulis ‘menyerubukan’.
NAsik 37 menyingsing Nskh:  m.ny.ng.s.a.ng..
NAsik 97 menyingsinglah Nskh:  m.ny.ng.s.a.ng.l.h..
NAsik 92 minum Nskh:  minuman.
NAsik 72 mufakat Nskh:  bermuat mufakat.  Maksudnya kiranya ‘berbuat mufakat’, atau barang=kali ‘bermufakat’  saja yang salah ditulis dan dikoreksi tanpa dicoret.
NAsik 22 muhajat Muhajat m.w.h.a.j.t, Arab:  yang berdebat, bertengkar.
NAsik 58 mungkirkan Nskh:  m.n.k.y.r.k.n.
NAsik 54 Nakho[da] Tertulis tanpa huruf ‘d’. 
NAsik 47 nusa “Nusa, Btw, lusa”;  kata ini dipakai beberapa kali, juga satu kali dalam arti “dua hari ke belakang, kemarin dahulu”, lih.  “pada tatkala nusa hari kemarin dahulu”  (Hikayat Merpati Mas 113).
NAsik 109 orang Nskh:  barang.
NAsik 59 Pada suatu malam .. sungguh adanya Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Ini adalah malam di mana dia [perempuan] datang di istana dalam keadaan mabuk yang..., dan ini adalah angin...”  (sisanya sulit dimengerti).
NAsik 35 peles Nskh:  f.l.y.s, yaitu Bel.  f.l.e.s, botol.
NAsik 36 penyambit “Sambit, Btw, melempar”  (Wlk, KBBI, AC).
NAsik 54 percintaan Nskh:  bepercintaan.
NAsik 114 perwara Nskh:  perwira.
NAsik 129 Puntul-puntul godot-godot “Puntul, Btw:  tumpul”  (AC);  “godot:  menyayat, menggergaji”  (KBBI, AC).
NAsik 149 Purani Nama negeri Pura Nurani sekonyong-konyong diganti menjadi negeri Purani.
NAsik 31 Qālū .. al-khulu`ā Kutipan bahasa Arab itu sebenarnya sukar dimengerti.
NAsik 156 qerisan Nskh:  q.r.y.s.n;  lih.  Hikayat Merpati Mas 269 q.r.y.s.a.n.  Karena dua kali dipakai dengan ejaan yang bersamaan, rasanya bukan kesalahan untuk ‘goresan’  atau ‘garisan’;  tidak mungkin juga dimaksudkan ‘kurasan’, dari ‘kuras’  (Arab) “gabungan beberapa lembar kertas’, karena kata ini seharusnya tertulis k.r.a.s.t, dan M.  Bakir jarang keliru kalau menulis kata-kata Arab. 
NAsik 18 rabbu .. al-`azīm Yaitu “Tuhan Pemilik Arasy yang agung”.
NAsik 37 rempah “Rebah rempah:  terhuyung-huyung, sempoyongan”  (Wlk) (juga dipakai pada Hikayat Merpati Mas 214).
NAsik 45 rinduku .. cempaka Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Kerinduanku untuk bertemu denganmu, kekasih yang dicintai [oleh]mu”.
NAsik 1 Sanca Nama ini tidak jelas ? .s.n.c.h.  Dalam sebuah naskah lain (Ml 257 A, Hikayat Sultan Taburat, 1894), M.  Bakir menulis alamatnya di “Gang Terunci”.
NAsik 43 sanu Nskh:  s.a.n.w;  tidak diketahui artinya.
NAsik 17 seduh Nskh:  s.dd.w;  barang=kali maksudnya roti atau kue yang dicelup dalam air panas.
NAsik 20 sembunikan Kata ‘sembuni’  ditulis s.e.m.b.w.n.y tidak kurang dari enam kali, sebagai varian dari ‘sembunyi’, sedangkan bentuk ‘sembunyi’  tidak sekali pun dipakai.
NAsik 51 sementar ‘Sementar’  adalah varian dari ‘sebentar’.
NAsik 4 semerbuk Kata ini dipakai empat kali dengan ejaan yang sama s.m.r.b.w.q.  Terdaftar dalam Wlk dan Kl sebagai varian dari ‘semerbak’, namun satu kali pun tidak muncul dalam MCP.
NAsik 17 sesumbul ‘Sumbul’:  keranjang anyaman bertutup, mirip cembul.
NAsik 96 siuman Tertulis:  s.ny.w.m.a.n.
NAsik 66 su]dah Kertas berlubang;  pengisian huruf-huruf yang hilang terkonfirmasi oleh edisi 1995.
NAsik 136 sudah berpikir Nskh:  sudah ber berpikir.
NAsik 121 Suka Nskh:  Asik.
NAsik 11 Sunkar Nskh:  Sungkar.
NAsik 53 surga jannatu al-ma´wā Yaitu “surga tempat tinggal”;  ungkapan ini dipetik dari Qur´an 53:15.
NAsik 32 takut Nskh:  takut takut.
NAsik 69 tangannya Menurut Wlk, sikap seorang laki-laki yang meletakkan tangannya di ribaan kekasihnya.
NAsik 57 Telah dilanjutkanlah .. batu-batu Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “dengan panjang, dan ia membantuku terjaga.  Maka aku berpikir sebaik-baiknya.  Lalu aku berdiri dan berjalan, sekali dalam burungku (?) kemudian sekali dalam batu”.
NAsik 27 tempat Ayahanda Nskh:  Ayahanda tempat.
NAsik 61 terbengong-bengonglah Tertulis:  t.r.b.a.ng.w.2.l.h.
NAsik 58 ter[ge]letak Nskh:  terletak.
NAsik 141 terjejerlah Kata ‘cecer’  lebih sesuai dari ‘jejer’  dalam konteks ini, apalagi dikuatkan oleh ungkapan serupa:  “Alkisah terhamburlah ada sebuah negeri”.
NAsik 13 thalātha .. `aynahu Yaitu:  “tiga kakinya, empat matanya”.
NAsik 87 Tiada aku sabar .. penyakit demikian Kutipan Arab sebenarnya berarti:  “Jika aku tidak menemukan kesabaran, niscaya aku kembali kepadamu / aku menyeru pada tengah malam, wahai Yang Mahamendengar doa.  Air mata tidak turun dari langit / atas kebanyakan dari ....  Dan aku tidak mampu ....  Ruhku berseru dengan suara tertinggi, wahati Tuhanku, aku tidak kuat”.
NAsik 36 tiada menentang larang lagi Ungkapan yang umum dalam sastra Melayu;  dalam kedua hikayat ini saja munculnya tidak kurang dari delapan kali;  namun karena alasan yang sulit diduga, ungkapan itu tidak ada dalam kamus apa pun.  Ungkapan itu umum dikaitkan dengan aksi mengamuk, dan artinya kira-kira “tidak menghiraukan bahaya mana pun”.  Secara harfiah barang=kali harus diartikan “tidak mengiraukan larangan apa pun”, namun bentuknya di Hikayat Merpati Mas 249 (‘tidak dapat ditentang dan dilarang lagi’) menyiratkan arti lain.
NAsik 62 Tiada pernah .. dendam keduanya Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Kamu tidak melihat kedua matanya, tidak melihat dari dua pencinta”.
NAsik 15 tiadakah .. jenisnya itu Kutipan bahasa Arab itu sebenarnya berarti:  “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?”  Kutipan itu dipetik dari Qur´an 13:41.
NAsik 14 Tiadakah .. Tuhankah? Kutipan bahasa Arab itu sebenarnya berarti:  “Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.  Kamulah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?”  Kutipan itu dipetik dari Qur´an 56:63-64.
NAsik 143 Titiran Nskh:  Ratiran.
NAsik 50 Tuhan rabb al-gānī al-mugnī Kedua ungkapan Arab itu berarti:  “Tuhan semesta alam”  dan “Yang kaya dan memberi kekayaan”.
NAsik 34 Yā khāliqa .. rahīm Yaitu:  “Wahai Pencipta langit dan bumi, dan Dia menjadikan Sultan di dunia, aku berkata:  wahai pengasih, wahai penyayang”.
NAsik 50 Yā sādatī .. fa-yaqūlū amīn Kutipan bahasa Arab sebenarnya berarti:  “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.  Aku meminta kepada Dia yang memisahkan apapun milik kita agar menghimpun semuanya.  Lalu mereka berkata:  amin”.  Kutipan yang diulangi (Inna fatahnā  laka .f.a.t.h.a.n .m.u.b.i.n.a.n, yaitu “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”  dipetik dari Qur´an 48:1.
NAsik 91 Ya Tuanku .. dapat kepujian Kutipan bahasa Arab sebenarnya sulit dimengerti, kira-kira berarti:  “Wahai raja yang adil, bersikap lembutlah kepada rakyat, karena sikap lembut itu ..., maka janganlah ...  dalam nafsumu ...  orang-orang yang bercinta dari kesalahan...  dia memberimu kerajaan ini, tinggalkanlah karena kerajaan di dunia itu adalah pemberian...”